15 SMA Terbaik Di Indonesia 2019 Akreditasi A Dengan Prestasi Tinggi Lengkap dengan sejarah dan prestasi yang pernah didapat Versi Andipedia.Com

Jika saat ini kamu sedang duduk di kelas 3 SMP, dan tahun ini kamu akan lulus dan akan masuk ke tingkat SMA, tentu kamu akan mencari sekolah atau SMA yang paling cocok dan terbaik buat kamu. Karena pemilihan SMA yang baik juga akan mempengaruhi kualitas kamu di sekolah nanti. Dan tentu kamu ingin dong sekolah di daftar SMA/SMU/SLTA terbaik di Indonesia ini.

Baiklah, tidak selalu membahas tentang bisnis dan kewirausahaan, kali ini saya akan membahas tentang edukasi sesuai dengan judul artikel ini yaitu rekomendasi sekolah menengah atas terbaik yang wajib kamu lirik dan coba daftar ya.

Sumber : www.andipedia.comBtw sekolah terbaik biasanya menyaring siswa/i yang akan masuk dengan sangat ketat Lo, ada patokan nilai tertentu juga yang harus kamu miliki, sebelumnya apakah kamu sudah siap? Jika sudah, yuk cek ini Daftar sekolah terbaik di Indonesia tahun 2020-2021.

Rekomendasi SLTA Terbaik Di Indonesia Tahun 2019-2020  Wajib Coba ya

1. SMA Negeri 1 Yogyakarta


SMA negeri 1 Yogyakarta sering disebut dengan nama SMA Teladan, tidak lain karena siswa yang sekolah disini memang rata-rata bisa dijadikan sebagai teladan.

Sekolah ini sering mendapatkan prestasi dari berbagai bidang perlombaan. Selain itu lulus dari sekolah ini biasanya bernilai rata-rata yang cukup memuaskan setiap tahunnya.

2. SMA Negeri 3 Yogyakarta

Dan lagi dari kota yang sama yaitu Yogyakarta, SMA negeri 3 juga memiliki segudang prestasi. 

Iya memang Yogyakarta terkenal dengan kita yang menghasilkan pelajar yang hebat, jadi tidak heran juga bahwa banyak orang menyebut kota ini sebagai kota pelajar.

3. SMA Negeri 1 Klaten

Kegiatan pembelajaran di SMA Negeri 1 Klaten didukung dengan sarana serta prasarana, antara lain lahan seluas 15.619 m² dan bangunan seluas 6.863 m². Didukung pula dengan halaman/taman seluas 7.486 m² dan lapangan olahraga seluas 784 m².

Sarana Fisik 

Sarana fisik yang dimiliki:

Ruang belajar (31 ruang kelas)
Laboratorium Kimia
Laboratorium Fisika
Laboratorium Biologi
Laboratorium Komputer (2 ruang)
Laboratorium Bahasa (2 ruang)
Laboratorium IPS
SPKG (Sanggar Pemantapan Kerja Guru)
Lapangan Upacara
Lapangan Basket
Lapangan Tennis
Ruang Auditorium (ruang Aula)
Ruang Kepala Sekolah
Ruang Wakasek
Ruang Guru
Ruang Tata Usaha
Ruang Perpustakaan dan Ruang Baca
Ruang BK
Ruang Agama Kristen
Ruang Agama Katholik
Ruang Seni Budaya
Ruang OSIS
Ruang Dewan Ambalan/Pramuka
Ruang Display Hasil Karya Daur Ulang Siswa
Sumber : www.andipedia.com
Ruang Komite
Ruang Umum
Basecamp Emapal
Ruang Koperasi Sekolah
Kantin Sekolah (3 tempat)
Masjid Putra dan Musholla Putri
Ruang UKS
WC dan Kamar mandi
Pos Satpam (2 pos)
Gudang Sound
Gudang Perlengkapan Olahraga
Green House
Tempat Pembuangan Sampah Sementara
Taman
Kolam Ikan
Tempat Komposter
Kandang Sepeda Siswa
Parkir Motor Guru
Tembok Graffiti
Sarana Penunjang Kegiatan 
Sunting
LCD Projector dalam setiap ruang belajar
Perangkat masing-masing laboratorium
Internet dan Hotspot area
Speaker yang terhubung ke sentral untuk menyampaikan pengumuman

4. SMA Negeri 1 Surabaya

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Surabaya atau Smasabaya adalah salah satu sekolah menengah atas Negeri yang berada di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. SMA Negeri 1 Surabaya terletak di pusat kota Surabaya, bersebelahan dengan SMA Negeri 2 Surabaya, SMA Negeri 9 Surabaya, dan SMA Negeri 5 Surabaya, yang lebih dikenal dengan SMA Kompleks

Daftar Prestasi 2002-2013

Debat Ilmiah antar-SMU se Kotamadya Surabaya, Juara I 2002
Lomba Kaligrafi se Provinsi Jatim, Juara III 2002
Lomba MTQ se Kec. Genteng, Juara II 2002
Festival Nasyid se Provinsi Jatim, Juara III 2002
SIAP Se-Gerbang Kertasusila, Juara Umum 2002
Lomba Teather se Provinsi Jatim, Juara I 2002
Lomba Paduan Suara Kec. Genteng, Juara I 2002
Lomba PASKIBRA Se-Gerbang Kertasusila Juara I 2002
Olimpiade Biologi Pemkot Surabaya Juara .. 2003
Lomba KIR Pemkot Surabaya, Juara I 2003
Lomba KIR Pemkot Surabaya, Juara II 2003
Lomba KIR Pemkot Surabaya, Juara Harapan 2003
Lomba Cerdas Cermat Agama Islam Pemkot Surabaya, Juara I 2003
Olympiade Matematika Internasional, Peringkat 7 2003
New Reading Contest Pemkot Surabaya, Juara Umum 2003
Parade Surya Senja, Provinsi Jatim 2003
Lomba Palang Merah Remaja Pemkot Surabaya, Juara .. 2004
Paskibra Pemkot Surabaya 2004
Paskibra Provinsi Jatim 2004
Paskibra Nasional 2004
Lomba KIR (Pertanian) Provinsi Jatim, Juara .. 2004
Lomba KIR (Pertanian) Nasional, Juara 2004
Demo Teratai Tunjung SMAN 4 Surabaya, Juara .. 2004
Lomba Teather (Pemeran Wanita Terbaik) se Provinsi Jatim, Juara I 2004
Lomba LP-LPPI Tk. SMA Pemkot Surabaya, Juara Umum dan Juara I 2005
Lomba SIAP (PBB Terbaik) SMAN 2 Sby. Juara II + III 2005
Sumber : www.andipedia.com
Lomba SIAP (Terdisiplin) SMAN 2 Sby. Juara Umum dan Juara I 2005
Lomba LD-PPI (Disiplin PBB) Provinsi Jatim, Juara I 2005
Paskibra Pemkot Surabaya 2005
Lomba PPJR Se-Gerbang Kertasusila, Juara III 2005
Lomba Dapur Umum PMR Pemkot Surabaya, Juara .. 2005
Lomba KIR (Essay ITS) ITS, Juara 2005
Festival Teather SMA Fak. Sastra UNAIR, Terfavorit 2005
Lomba Baca Puisi Diknas Prov. Jatim, Juara I, II 2005
Drama Diknas Prov. Jatim Juara Umum dan Harapan I, 2005
Penyaji terbaik Pentas Seni -Tari Modern Tingkat Kec. Genteng
Penyaji terbaik Pentas Seni -Tari Modern Tingkat Kec. Genteng
Juara 1 PR Hima Manajemen FE Unair
Juara III Model Deteksi Jawa Pos
Juara I U-Hero 2008
Juara III 2008 Poster Dampak Rokok Din.Kes. Prop Jatim / Din.Kes. Kota Surabaya
5 th Place Green Innovation Dept. Komunikasi Unair
Perwakilan Paskibra Nasional Istana Negara 2009
Peringkat 4 Dinas Pendidikan Kota Surabaya 2009
Peringkat 5 dari 60 Jurnalis DBL Jawa Pos 2009 Tingkat Provinsi Jawa
Juara 3 Detcon Jurnalis & Fotografi 2011
Best Spirit (Fotografi) DBL Jawa Pos 2012
Peringkat 5 Lomba Caraka (Paskibraka) 2012
Peringkat 2 Lomba SILA (Paskibraka) 2012
Peringkat 1 Delegasi Pendidikan Pemerintah Kota Surabaya kategori SMA untuk Korea Selatan 2012
Juara Umum Lomba PBB (Paskibra) LASKAR 3 di SMAN 1 Sooko Mojokerto 2012
SMAN 1 Surabaya juga tiap tahun dapat mengirimkan anak didiknya dalam STUDENT EXCHANGE diawali dari tahun 2006, mulai dari Jepang, Korea, dan Australia
Juara III DBL Mascot Competition 2013
Olimpiade Geografi Pemkot Surabaya , Juara 3 2013
Olimpiade Biologi Pemkot Surabaya , Juara 2013
Juara 3 KIR Otonomi Daerah Israan Noor , 2013
Sumber : www.andipedia.com

5. SMA Kristen 1 Penabur Jakarta

SMA Kristen 1 PENABUR Jakarta (dikenal sebagai SMUK 1 atau SMAK 1 atau SMUKI sebagai sebutan informal) adalah SMA di Jakarta yang beralamat di Jalan Tanjung Duren Raya Nomor 4, Jakarta Barat. SMAK 1 adalah satu dari sekitar 62 sekolah di Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang dikelola oleh Yayasan BPK PENABUR. SMAK 1 dianggap sebagai salah satu sekolah menengah atas yang paling bergengsi di Indonesia.

Sekolah ini menempatkan penekanan yang kuat pada sains dan matematika, seperti dapat dilihat dari kurikulum yang ketat yang menggabungkan kedua standar sekolah menengah atas dan pelajaran-pelajaran tingkat lanjut. SMAK 1 sangat dihormati dalam kancah pendidikan lokal maupun internasional atas prestasi siswa-siswinya dalam kompetisi-kompetisi, baik tingkat nasional (misal Olimpiade Sains Nasional) dan tingkat internasional.

Nama PENABUR yang melekat pada nama SMA Kristen 1 seperti pada nama sekolah-sekolah dibawah Yayasan BPK PENABUR lainnya ditulis kapital pada dokumen-dokumen resmi karena PENABUR/BPK PENABUR sudah menjadi sebuah hak merek yang dilindungi (Sertifikat Merek No. 491278, tanggal 26 September 2001, dari Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual).

6. SMA Negeri 3 Semarang

SMA Negeri 3 Semarang memberikan berbagai fasilitas untuk menunjang kegiatan akademik siswanya diantaranya adalah:

Ruang kelas
Laboratorium Kimia
Laboratiorium Fisika
Laboratorium Biologi
Laboratorium Komputer
Laboratorium Bahasa
Ruang Kesenian
Masjid
Kantin
Ruang Media
Ruang Bimbingan Konseling
Hotspot di beberapa titik
Cctv
Perpustakaan yang dilengkapi dengan komputer dan fasilitas perpustakaan online
Aula
Lapangan olahraga
UKS yang dilengkapi dengan dokter yang sudah siaga
WC yang memadai

7. SMA Taruna Nusantara

Ide pembuatan sekolah menengah atas berbasis semi-militer ini dicetuskan oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan saat itu, Jenderal LB Moerdani pada tanggal 20 Mei 1985 di Pendopo Agung Taman Siswa Yogyakarta. Ia memiliki visi luhur, yakni untuk membangun sekolah yang mendidik manusia – manusia terbaik dari seluruh Indonesia dan menghasilkan lulusan yang dapat melanjutkan cita-cita para Proklamator. Ide ini diteruskan dengan menandatangani nota kesepakatan antara TNI dan Taman Siswa, yang merupakan organisasi kependidikan pertama di Indonesia, untuk membuat suatu lembaga bernama Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN). Lembaga ini merupakan kristalisasi dari visi Jenderal Moerdani yang selanjutnya mengawasi proses pelaksanaan sekolah ini.

Sumber : www.andipedia.com
SMA TN diresmikan oleh Pangab (Panglima Angkatan Bersenjata) saat itu, Jenderal Try Sutrisno pada tahun 1990. Kampus yang menempati lahan seluas 18.5 hektar dan terdiri dari komplek akademis, asrama siswa, dan komplek perumahan pamong (guru), di atas tanah milik Akademi Militer. Selama 6 tahun pertama, Taruna Nusantara hanya menerima laki-laki sebagai siswanya dengan jumlah sekitar 245 orang. Namun mulai tahun 1996, LPTTN membuat kebijaksanaan baru dengan menerima angkatan putri pertama sebanyak 70 orang. Untuk mengakomodasi perubahan ini, area sekolah ini pun diperluas menjadi 23 hektar.

Untuk menarik pemuda-pemudi terbaik dari seluruh strata sosial, LPTTN menawarkan beasiswa penuh kepada pelajar yang diterima dengan dukungan dana dari TNI yang mempunyai latar belakang politik dan keuangan yang kuat. Para tenaga pengajar (pamong) juga mendapat gaji yang di atas rata-rata, serta fasillitas lainnya. Namun, setelah krisis ekonomi dan perubahan politik pada tahun 1997, LPTTN mengalami kesulitan keuangan sehingga pada tahun 2001 menghentikan kebijakan beasiswa penuh ini. Sekarang, pelajar terpilih yang mempunyai kesulitan keuangan tetap mendapatkan beasiswa yang diberikan baik oleh individual, perusahaan, maupun pemerintah daerah.

8. SMA N 4 Denpasar

SMA Negeri 4 Denpasar berdiri pada tanggal 29 Juli 1982 di kawasan Perumnas Monang - Maning Denpasar (saat itu masih bernama SMA Negeri 4 Denpasar). Namun pada saat itu gedung SMA Negeri 4 Denpasar belum berdiri, maka untuk sementara kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di SD Negeri Tulang Ampian. Saat itu jumlah siswa SMA Negeri 4 Denpasar adalah yang paling banyak di antara jumlah siswa dari SMA lain yang ada di Kab. Badung.

Akhirnya pada tanggal 4 Januari 1983, gedung SMA Negeri 4 Denpasar telah rampung dikerjakan, dan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di gedung yang baru dengan jumlah empat kelas. Drs. I Wayan Jigera, selaku kepala sekolah saat itu, berjuang dengan gigih serta kerja keras bersama para guru dan pegawai untuk melaksanakan perbaikan-perbaikan lingkungan seperti membuat kebun, jalan setapak dan sebagainya. Beliau menjadi kepala SMA Negeri 4 Denpasar hingga 1990. Hasil kerja keras yang telah dilaksanakan akhirnya membuat SMA Negeri 4 Denpasar cukup dikenal di Propinsi Bali bahkan sampai ke luar daerah, terlebih lagi ditunjang oleh nilai Ebtanas yang konsisten dari tahun ketahun hingga saat ini. Hal ini ditandai dengan meningkatnya penerimaan siswa di Perguruan Tinggi favorit. Demikian pula sejak awal dilaksanakannya Ebtanas pada tahun 1985, siswa SMA Negeri 4 Denpasar mampu mempertahankan prestasi dalam perolehan nilai
Sumber : www.andipedia.com.

Dari tahun 1990 hingga tahun 1997 SMAN 4 Denpasar dipimpin oleh Drs. Made Sumerta. Pak Sumerta juga berupaya memimpin sekolah ini dengan penuh semangat, hingga hasil Ebtanas dan penerimaan siswa barunya tetap bertahan dengan kwalitas yang semakin baik. Dengan melihat hasil yang terus - menerus meningkat, maka pada tahun 1997, SMAN 4 Denpasar ditunjuk menjadi sekolah SBK yang pertama di Bali. Dimana cara penerimaan siswa barunya melalui 2 jalur yaitu : Jalur TPA dan NEM (Tes Potensi Akdemik dan seleksi NEM di kanin).

Tahun 1997 hingga tahun1998 SMA Negeri 4 Denpasar dipimpin oleh Drs. Ketut Mustika, pada saat ini SMA Negeri 4 Denpasar ditunjuk menjadi sekolah unggulan tingkat Propinsi Bali. Dan pada tahun 1998 hingga kini SMA Negeri 4 Denpasar dipimpin oleh Drs. I Wayan Rika. Dimana sekolah tetap sebagai unggulan Propinsi Bali dan cara penerimaan siswanya sepenuhnya melalui TPA. Serta jumlah penerimaan siswa baru adalah empat kelas - enam kelas, tiap kelas berisikan rata - rata 35 orang - 40 orang.

9. SMA N 1 Kediri

SMA Negeri 1 Kediri telah mengolah dan mendidik para peserta didiknya dengan baik secara turun-temurun. Terbukti dari generasi alumni yang telah selesai mengenyam pendidikan di SMA ini. Berikut ini beberapa figur yang tercatatat sebagai alumni SMAN 1 Kediri.

Sumber : www.andipedia.com
Hadi Purnomo, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (2009-sekarang)
Luhur Budi Djatmiko, Direktur Umum PT. Pertamina Persero
Pramono Anung Wibowo, Wakil Ketua DPR Periode 2009-2014
Sekretaris Negara, kabinet kerja

Prof. Muhammad Nasir
Menristekdikti, periode 2014-2019

Abdullah Abu Bakar, Wakil Wali kota Kediri Periode 2009-2014
Abdullah Abu Bakar, Wali kota Kediri Periode 2014-2019
Syahri Mulyo, Bupati Tulungagung Periode 2013-2018

10. MAN Insan Cendekia

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (dikenal juga dengan nama MAN IC atau INCEN) adalah Madrasah Aliyah Negeri setingkat Sekolah Menengah Atas berasrama yang terletak di berbagai tempat di seluruh indonesia dan dibina oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Sekolah ini menerapkan prinsip keseimbangan antara penguasan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan iman dan taqwa. MAN Insan Cendekia menyeleksi secara ketat calon siswanya dengan mengadakan tes seleksi yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.[1] Sejak tahun 2010 semua siswanya mendapatkan beasiswa penuh dan parsial di setiap kampus yang ada.

11. SMA N 5 Bandung

Pada tahun 2007, sekolah ini menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebelumnya dengan KBK. Pada tahun 2013 sekolah ini kembali berganti kurikulum menjadi Kurikulum 2013.

Sesuai dengan kebijakan Pemerintah, SMA Negeri 5 Bandung ditunjuk menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pada tahun 2009 dan mengadopsi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, serta menjalin kerjasama dengan beberapa sekolah di Singapura, Malaysia, Australia, Amerika Serikat, Turki, Jepang dan Inggris.

Sumber : www.andipedia.com
Dengan dicabutnya program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) oleh Mahkamah Konstitusi pada tahun 2013, maka SMA Negeri 5 Bandung kembali menjadi Sekolah Nasional dan berada dalam pengelolaan Pemerintah Kota Bandung. Seiring dengan alih kelola SMA dan SMK oleh Pemerintah Provinsi sesuai amanat Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah, maka mulai tanggal 1 Januari 2017 SMA Negeri 5 Bandung berada di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

12. SMA Negeri 1 Magelang

Menurut buku Kenang-kenangan Dasa Warsa SMA Negeri 1 Magelang tahun 1960 (diriwayatkan oleh B. Soemarto, mantan guru sekolah tersebut), setelah kemerdekaan pendidikan berkembang dengan pesatnya dan sekolah-sekolah didirikan, baik SR, SMP, SMA, dan bahkan Universitas. Kota Magelang pun tidak ketinggalan. Pada tahun 1947 didirikan SMA Persiapan di bawah pimpinan Soedarsono (mantan Kepala Jawatan Kebudayaan Pusat) bertempat di gedung Christelijke MULO.

Pengajar-pengajar dipinjam dari berbagai kantor. Kebetulan Magelang memiliki banyak kaum intelektual, karena pada waktu itu Kementrian Kemakmuran dan Kementrian Keuangan dengan segala bagiannya berkedudukan di kota ini. Untuk menarik pemuda-pemuda, pada bulan Juli 1949 oleh pemerintah didirikan SMP dan SMA bertempat di gedung SMP 1 sekarang dengan Ir. Soeroto sebagai direktur. Pada bulan September 1949 didirikan SMA Darurat dengan menempati gedung SMA Al-Iman sekarang, di Jalan Bayeman di bawah pimpinan Siregar. Akhirnya, pada bulan Januari 1950 kedua SMA disatukan, SMA bagian B menempati bekas Ambachtsschool dan bagian C di RST.

Tahun 1952 bagian C tersebut ditutup, sehingga wilayah Karesidenan Kedu hanya mempunyai SMA bagian B. Pada bulan Agustus 1955 SMA bagian C dibuka kembali dilengkapi bagian A yang menempati gedung SMP. Kegiatan belajar mengajar berlangsung pada sore hari. Barulah pada tahun 1959 dengan resmi SMA Negeri Magelang mempunyai gedung sendiri di Jalan Cepaka. Bagian A, B, dan C bersama-sama masuk pagi dengan jumlah 23 kelas dan sekolah ini memiliki 835 orang siswa dan 36 orang guru. Pemimpin pada waktu itu adalah R. Tedjana.

Sumber : www.andipedia.com
SMA Negeri 1 Magelang di samping menghasilkan siswa-siswinya yang kemudian mendapat kepercayaan masyarakat maupun Pemerintah untuk diserahi jabatan tertentu, juga berhasil pula membina guru-gurunya yang dipercaya pemerintah menjadi kepala SMA di berbagai tempat. Sekolah ini juga berperan dalam mendirikan SMA-SMA yang lain di Karesidenan Kedu. Pada tahun 1983, Kepala SMA Negeri 1 Magelang saat itu mendapat tugas untuk mengelola berdirinya SMA Negeri UGB di Kota Mungkid yang terletak di Jalan Letnan Tukiyat Kota Mungkid dan sekarang bernama SMA Negeri 1 Kota Mungkid. Salah satu guru SMA Negeri 1 Magelang juga menjadi Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Mungkid tersebut, sedangkan pada tahun 1985, salah seorang guru SMA Negeri 1 Magelang juga mendapat tugas mengelola berdirinya SMA Negeri UGB di Kota Magelang yang menempati bekas gedung SPG Negeri Magelang di Jalan Medang 17 Kota Magelang yang selanjutnya hingga kini disebut SMA Negeri 3 Magelang.

13. SMA Negeri 8 Jakarta

SMA Negeri 8 Jakarta dibuka/ didirikan pada tanggal 1 Agustus 1958 di Taman Slamet Rijadi Jakarta dengan nama SMA Negeri VIII/ABC dengan Sp. Menteri P.D.K. tanggal 21 Agustus 1958 No. 26/SK/B.111.[3]

Pada bulan Januari 1959 dlakukan pemindahan tempat atau gedung sekolah di SMP Negeri III Jakarta, Jl. Manggarai Utara IV/6, Manggarai Utara, Jakarta Selatan. Dan pada tanggal 30 Maret 1971 SMA Negeri 8 Jakarta berdiri di Jalan Taman Bukitduri Tebet dan diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin.[3]

Secara singkat perjalanan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut;

Tahun 1971 s.d. 1984 Masa yang panjang dan kerja keras menapak mencari jati diri.

Tahun 1984 s.d. 1989 Mencanangkan diri sebagai lembaga pendidikan yang taat aturan, bebas dari perkelahian/ tawuran antar pelajar, dan menjadikan sekolah sebagai Pusat Sumber Belajar. Tahun 1989 s.d. 1994 Menciptakan suasana kerja-sama yang harmonis antar semua warga sekolah untuk meraih prestasi di bidang akademis dan non akademis.

Tahun 1994 s.d. 1996 SMU Negeri 8 Jakarta ditetapkan dan ditunjuk oleh Kanwil Depdikbud DKI Jakarta sebagai "Sekolah Unggulan dan Plus" tingkat Provinsi.

Tahun 1994 s.d. 2000 Menempatkan diri pada peringkat/papan atas tingkat provinsi maupun nasional dalam Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS) dan Ujian Masuk Pergruan Tinggi Negeri (UMPTN), sekaligus mengembangkan bentuk pelayanan dengan membuka "Program Akselerasi (Percepatan Belajar 2 tahun dari program 3 tahun)"

Tahun 2002 s.d. 2003 Menjadi piloting Kurikulum 2004

Tahun 2004 Dimulai Rintisan Kelas Internasional dan menjadi Pusat Sumber Belajar Astronomi dan Fisika

Tahun 2005 s.d. 2006 Peringkat UAN terbaik SMA Negeri se-Jakarta.[4]

Tahun 2007 Kelas Internasional resmi menjadi center dan penggunaan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

14. SMA Negeri 1 Samarinda

Sumber : www.andipedia.com
Sebelum pertengahan September 1953, Kalimantan Timur belum memiliki satupun sekolah lanjutan atas termasuk SMA Samarinda, sehingga para siswa dari sekolah lanjutan pertama mengalami kesulitan melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi Memang bagi yang memiliki kemampuan lebih, kesulitan ini masih bisa diatasi walaupun harus pindah ke daerah lain seperti daerah-daerah di pulau Jawa, namun bagi yang mempunyai kemampuan terbatas, maka para siswa harus puas mengecap pendidikan sampai tingkat SLTP saja. Paratokoh masyarakat mulai berpikir, bagaimana cara mewujudkan sebuah SMA di Samarinda, termasuk dimana daerah yang cocok, pengelolanya, pengajarnya, pemimpinnya dan lain-lain, sehingga dibentuklah satu tim untuk merumuskan masalah ini. Susunan tim tersebut adalah sebagai berikut:

Achmad Yusuf sebagai Ketua dari unsur partai politik (Masyumi)
2. Enci Burhan sebagai Sekretaris dari unsur pemerintahan

3. Enci Abdurahim sebagai Bendahara dari unsur pemerintahan

4. Aji Bambang Abdul Malik sebagai anggota dari Kepala Dinas PDK

5. Azis Samad sebagai anggota dari unsur partai politik (PNI)

Sumber : www.andipedia.com
Mardikun sebagai anggota dari unsur pendidik yang saat itu menjabat sebagai Direktur SMP. Setelah melalui perjuangan panjang melewati berbagai rintangan dan tantangan, maka pada tanggal 14 September 1953, resmilah berdiri sebuah SMA partikelir dengan menggunakan gedung bekas asrama pelajar yang sekarang berubah menjadi SMA Negeri 1 Samarinda.

Pada mulanya berdirinya, SMA ini hanya memiliki kelas I bagian A yang dipimpin Direktur bantuan dari SMP yaitu Bapak Mardikum yang merangkap sebagai Direktur SMP, dengan waktu belajar terpaksa dilaksanakan sore hari.

Setelah 3 tahun berjalan, SMA partikelir yang berada dibawah Yayasan Dharma Bhakti ini, statusnya berubah menjadi SMA Negeri sesuai surat bernomor: 30/JSP/55 tanggal 11 Djuni 1955 yang diresmikan oleh Residen Koordinator Kalimantan Timur Datu Maju Urang, disaksikan oleh wakil Pemerintah Daerah Istimewa Kutai, Aji Pangeran Tumenggung Pranoto.

Sumber : www.andipedia.com
Dalam usianya yang relatif muda, SMA Samarinda ini pada lulusan yang pertama mencapai 90%, sehingga Pemerintah Daerah dengan bangga memberikan penghargaan berupa beasiswa ikatan dinas yang pada waktunya harus kembali ke Kalimantan Timur untuk mengabdikan diri demi kemajuan daerah.

Pada tahun 1960, SMA Samarinda membuka kelas filial di Tarakan. Kelas di Tarakan ini lepas dari SMA Samarinda berdasarkan Surat Keputusan Menteri P & K tanggal 30 Juli 1964 nomor: 79/SK/III dan terhitung mulai tanggal 1 Agustus 1964 menjadi SMA Negara yang berdiri sendiri baik secara organisatoris, administratif maupun di bidang teknik kependidikan. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Direktur Pendidikan Menengah Umum tanggal 30 Juli 1965 nomor: 18/Dirpu/1965, terhitung mulai tanggal 1 Agustus 1965, SMA Negara di Tarakan ini resmi menjadi SMA Negeri Tarakan.

Hingga saat ini telah banyak alumnus SMA Negeri 1 Samarinda yang pernah dan atau masih menduduki jabatan penting di daerah ini maupun daerah lain, bahkan pada tingkat nasional.

Sumber : www.andipedia.com
Dalam perjalanannya SMA Negeri 1 Samarinda selalu berupaya berbenah diri untuk mewujudkan diri sebagai sekolah yang memenuhi harapan masyarakat. Salah satu hasil kerja keras seluruh komponen sekolah ialah ditetapkannya SMA Negeri 1 Samarinda oleh Departemen Pendidikan Nasional menjadi salah satu dari 100 sekolah se-Indonesia sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional hingga dihapuskannya RSBI berdasarkan Amar Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 5/PPU-X/2012 halaman 196.

Demikian juga alumninya juga memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap pengembangan sumber daya manusia di Kalimantan Timur. Hal ini dibuktikan ketika berlangsung Reuni Akbar dan Ulang Tahun ke-40 SMA Negeri 1 Samarinda pada tahun 1993 alumni SMA Negeri 1 Samarinda membentuk YAYASAN MELATI berdasarkan Akta Notaris H. Hardjo Gunawan, S.H. Nomor 78 tanggal 15 April 1994. Dalam pasal 3 Akta Notaris tersebut disebutkan bahwa, Maksud dari Yayasan ini adalah membangun Sekolah Lanjutan Tingkat Atas “SMA UNGGUL” di Kalimantan Timur yang tujuan umumnya adalah menunjang Pendidikan Nasional, serta tujuan khususnya adalah menghasilkan keluaran pendidikan yang memiliki keunggulan dalam hal:

Sumber : www.andipedia.com
Keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Nasionalisme dan patriotisme Wawasan IPTEK Motivasi dan komitmen untuk mencapai prestasi Kepemimpinan dan kepekaan sosial Disiplin yang ditunjang oleh kondisi fisik yang prima Kemampuan memasuki jenjang pendidikan tinggi yang bermutu di dalam dan di luar negeri. Sedangkan makna logo khususnya bunga melati, selain mengandung makna Historis SMA Negeri 1 Samarinda yang diunggulkan juga mengandung makna siswa kader Bangsa Unggul yang harum, bila keunggulan yang diprogramkan dapat dicapai. Selain itu penggunaan nama MELATI adalah untuk mengabadikan nama jalan letak SMA Negeri 1 Samarinda yaitu Jalan Melati yang saat ini bernama Jalan Bhayangkara. Rencananya SMA Negeri yang dipilih untuk dijadikan SMA Plus adalah SMA Negeri 1 Samarinda. Pilihan ini didasarkan pada pertimbangan dan latar belakang sejarah yaitu bahwa SMA Negeri 1 Samarinda adalah salah satu syarat berdirinya Provinsi Kalimantan Timur, kepeloporan perjuangan, fungsi dan peranan para alumninya, kondisi obyektifnya, pandangan masyarakat dan Pemerintah terhadap SMA Negeri 1 Samarinda. Namun dengan berbagai pertimbangan rencana menjadikan SMA Negeri 1 Samarinda menjadi SMA Plus dibatalkan, dan akhirnya didirikanlah SMA Negeri 10 sebagai SMA Plus dengan nama SMA Negeri 10 Melati. Namun sebelum kampusnya berdiri, proses belajar mengajar bagi siswa SMA Negeri 10 Melati dilaksanakan di SMA Negeri 1 Samarinda dan pengajarnya juga para guru SMA Negeri 1 Samarinda yaitu dari tahun 1994 sampai dengan tahun 1996.

Demikian pula para siswanya juga berhasil meraih prestasi gemilang yang bertaraf nasional bahkan ada yang Go Internasional.

SMA Samarinda yang kini telah berubah menjadi SMA Negeri 1 Samarinda yang telah meninggalkan sekolah lama di Jalan Bhayangkara dan menempati kampus baru di Jalan Drs. H. Anang Hasyim telah pernah dipimpin oleh:

1. Mardikun 2. Van Der Wil 3. Moenadi Arief 4. Soeyadi 5. Wagiman 6. Dulhak Latief 7. Yusuf Achutanair 8. C. Usodo 9. Syahraini Perwiro 10. Awang Andriani 11. Siti Mariyam Iskandar 12. Sjahbandi 13. Husinsjah 14. Romansyah 15. Achmadsyah 16. M. Hatta 17. M. Aini Yasin 18. Suardi
dan kini SMA Negeri 1 Samarinda dipimpin oleh Bapak K. Suhariyatno.
Sumber : www.andipedia.com

15. SMA Negeri 1 Tasikmalaya

SMA Negeri (SMAN) 1 Tasikmalaya, merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMAN 1 Tasikmalaya ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas X sampai Kelas XII.

 Didirikan pada tahun 1956.SMA Negeri 1 Tasikmalaya didirikan pada tanggal 17 September 1956 oleh Bapak RO Martasubrata, Bapak Sulaeman dan Bapak Kosasih. Pendirian ditandai dengan dikeluarkannya SK No 3.42/G/III/1956 oleh Menteri Dalam Negeri.

Sumber : www.andipedia.com

16. SMA Negeri 1 Suro

SMA negeri 1 Suro adalah salah satu sekolah yang ada di kabupaten Aceh Singkil, sekolah ini cukup mumpuni dalam menghadapi OSN. Terbukti pada sekitar tahun 2015 lalu, 13 dari 18 murid yang di wakilkan lolos masuk ke OSN provinsi Aceh setelah menang di tingkat kabupaten melawan sekolah lainnya.

Tapi untuk kualitas sih, belum terlalu bagus dan juga masih ada sesekali tawuran.

Saya memasukkan saya ekolah ini dalam daftar ini ya karena walau bagaimanapun, sekolah ini tetap menjadi tempat sekolah saya dulu, dan saya juga lulus dari sekolah ini dengan nilai yang cukup memuaskan menurut saya.

Ada 1 kekurangan dari sekolah ini yang menurut saya wajib di perbaiki, yaitu mata pelajaran Agama Islam yang berlaku untuk semua murid termasuk yang non muslim, seharusnya untuk non muslim, jangan diikutsertakan dalam pelajaran agama Islam.

17. Penutup

Bagiamana? Kamu sudah menemukan ide untuk sekolah dimana? Dari daftar diatas memiliki masing-masing kelebihan dan kekurangan ya. 


Menurut saya sih sebaiknya kamu memilih sekolah yang terdekat dengan daerah tempat tinggal kamu ya.

Nah, sekian dulu tulisan ini, jika kamu punya saran lain, silahkan tulis dikomentar dan sebutkan alasan kenapa saran kamu itu harus masuk dalam daftar sekolah terbaik. Terimakasih sudah membaca tulisan ini, sampai jumpa di artikel berikutnya, jangan lupa bookmark ya www.andipedia.com


Belum ada Komentar untuk "15 SMA Terbaik Di Indonesia 2019 Akreditasi A Dengan Prestasi Tinggi Lengkap dengan sejarah dan prestasi yang pernah didapat Versi Andipedia.Com"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Bantu Saya dengan Share

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Beri saya semangat dengan share

Iklan Bawah Artikel


Andi Saputra Siahaan

Tentang Andi Saputra Siahaan

Adalah Seorang Blogger, Internet Marketer, Penulis yang sudah berpengalaman dan fokus di bidang ini sekitar 7 tahun. Sudah lama tapi tidak pernah sukses sampai sekarang....

Temukan Saya Di

Facebook : Andi Saputra Siahaan
Twitter : @andi_s_siahaan
Instagram : @andi_s_siahaan

Suka? Klik Disini Untuk Donasi Dan Memastikan Blog Ini Terus Berkembang